Kamis, 15 Agustus 2013

PETA KUNO TAPANULI

Peta kuno Area Tapanuli / Batak dari kaum Misionaris Rheinischer, Diterbitkan oleh Kartography (Pembuat Peta) terkenal dari Jerman tempo dulu, Gotha Justus Perthes pada th.1876

Peta keseluruhan, ukuran 40 cm x 25 cm
Sebuah peta kuno dari kaum Misionaris Rheinischer

Residentschap Tapanuli, dengan kota utama Siboga dan Danau Toba di bagian utara

Area Tapanuli Selatan, Mandailing, Ayer Bangis berbatasan dengan Pasaman di utara Resident Padang dan Siak di bagian timur

Diterbitkan oleh Kartography (Pembuat Peta) terkenal dari Jerman tempo dulu,
Gotha Justus Perthes pada th.1876

Peta genuine antik yang menggambarkan Area Tapanuli / tanah Batak di abad 19 (th.1876), adalah barang langka untuk kolektor peta kuno dan sangat dicari oleh pemerhati sejarah Kristen di tanah Batak.
Indah sekali setelah diberi bingkai / frame dan dipajang di ruang tamu,
Kondisi masih bagus untuk ukuran peta yang sudah sangat jadul  
(asli antik - bukan repro)
Ukuran: 40 cm 25 cm
Bagian belakang peta: blank / kosong.

Sebagai Referensi untuk perbandingan harga Peta-peta kuno, 
silahkan lihat dan click pada:
www.vintage-maps.com
dan juga bisa di lihat langsung untuk harga peta-peta kuno pada sebuah Gallery di Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Kemang.yang khusus menjual Peta-peta kuno Indonesia dan Dunia, selain barang-barang antik lainnya. 
Nama Gallery nya "Rare Maps & Antiques". 

Lokasinya di Jl. Kemang Raya, dekat Resto Mc. Donald's Kemang 
dan Pom Bensin "Shell". berada pas ditengah-tengah dari kedua tempat itu. 
Pemiliknya orang asing, tapi pegawainya orang Indonesia,
jadi gampang untuk bertanya, soal peta atau harganya dll.
Harga yang dicantumkan disana, memakai US dollar $, bukan rupiah.
dengan kisaran harga ratusan dollar hingga ribuan dollar.

Sejarah Singkat tentang seorang Misionaris Rheinischer,  I.L. Nommensen di Tanah Batak Berbicara tentang peradaban Batak, barangkali akan lain ceritanya jika Dr. Ingwer Ludwig Nommensen tidak pernah menginjakkan kakinya di Tanah Batak. Siapakah dia dan mengapa ia dijuluki sebagai “Apostel Batak”?

Nommmensen adalah manusia biasa dengan tekad luar biasa. Perjuangan pendeta kelahiran 6 Februari 1834 di Marsch Nordstrand, Jerman Utara itu untuk melepaskan animisme dan keterbelakangan dari peradaban Batak patut mendapatkan penghormatan. Masa mudanya, ia lewati dengan menjalani pendidikan teologia (1857-1861) di Rheinischer Missionare-Gesselschaft (RMG) Barmen

Nommensen lalu mematangkan pengetahuannya tentang injil dengan kuliah teologia pada 1857, ketika berusia 23 tahun. Pada masa itu, pekerjaan sebagai tukang sapu, pekerja kebun dan juru tulis sekolah, turut disambinya, hingga ia lulus dan ditahbiskan menjadi pendeta pada 13 Oktober1861, yang kemudian membawanya ke Tanah Batak pada 23 Juni 1862.

Setelah mendapatkan mendapatkan informasi lebih jauh tentang Batak, maka pada 24 Desember 1861 ia pun berangkat dengan kapal “Partinax” menuju Sumatra dan tiba di Padang pada 16 Mei 1862. Dari sana ia kemudian meneruskan perjalanannya ke Barus melalui Sibolga.
Setelah berhasil menjalin persahabatan dengan raja-raja yang paling berpengaruh di Silindung: Raja Amandari dan Raja Pontas Lumban Tobing, maka pada 29 Mei 1864, Nommensen mendirikan gereja di Huta Dame, sekitar Desa Sait ni Huta, Tarutung. Kemudian atas tawaran Raja Pontas, maka turut didirikan jemaat di Desa Pearaja, yang kini menjadi pusat gereja HKBP.

Setelah itu ia pergi ke Humbang dan tiba di Desa Huta Ginjang. Kemudian pada 1876 ia berangkat ke Toba ditemani Pendeta Johannsen dan sampai di Balige. Tetapi, akibat situasi yang gawat waktu itu, ketika pertempuran antara pasukan Sisingamangaraja XII dengan pasukan Belanda sedang terjadi, mereka pun menangguhkan perjalanan dan kembali ke Silindung.
Nommensen juga banyak menyisakan kenangan, yang barangkali menjadi simbol pengorbanan dan jasanya kelak. Kenangan-kenangan itu ibarat benih, meski sang penabur kelak telah tiada. Barangkali, Gereja Dame adalah salah satu benih itu, yang kondisinya sudah mulai usang tapi masih berfungsi. Gereja kecil itu adalah gereja yang pertama kali didirikannya ketika menginjakkan kakinya di daerah Silindung, Tarutung.

Tercatat pula bahwa sejak tahun 1861 telah berdiri gereja-gereja kecil (resort) di Sipirok dan Bunga Bondar atas misi zending sebelumnya. Kemudian atas Nommensen pada 1862 di Parau Sorat, Pangaloan, Sigompulon; 1864 di Pearaja; 1867 di Pansur Napitu; 1870 di Sipoholon, Sibolga, Aek Pasir; 1875 di Simorangkir; 1876 di Bahal Batu; 1881 di Balige; 1882 di Sipahutar, Lintong ni Huta; 1883 di Muara; 1884 di Laguboti, 1888 di Hutabarat, Sipiongot; 1890 di Sigumpar, Narumonda, Parsambilan, Parparean; 1893 di Nainggolan; 1894 di Silaitlait; 1897 di Simanosor Batangtoru; 1898 di Palipi; 1899 di Lumban na Bolon, 1900 di Tampahan, Butar; 1901 di Sitorang; 1902 di Lumban Lobu, Silamosik, Nahornop; 1903 di Paranginan, Pematang Raya; 1904 di Dolok Sanggul; 1905 di Parmonangan, Sipiak; 1906 di Parsoburan; 1907 di Pematang Siantar; 1908 di Sidikalang; 1909 di Bonan Dolok, Tukka; 1910 di Purbasaribu; 1911 di Barus; 1912 di Medan; 1914 di Ambarita dan 1922 di Jakarta.

Sekarang, benih-benih itu telah berbuah dengan lahirnya gereja-gereja HKBP, GKPI, HKI, GKPS, GBKP dan GKPA, sebagai buah misi zending inkulturatif, yang tidak melupakan keaslian budaya setempat dalam pelaksanaan rutinitas ibadah. Atas jasanya itu, RMG (Rheinischer Missionare-Gesselschaft) kemudian mengangkat Nommensen menjadi ephorus pada 1881 hingga akhir hayatnya dan digantikan oleh Pendeta Valentine Kessel (1918-1920). Pada 6 Februari 1904, ketika genap berusia 70, Universitas Bonn menganugerahinya gelar Doktor Honoris Causa. Namanya lalu diabadikan untuk dua universitas HKBP yang ada di Medan dan Pematangsiantar yang hingga saat ini masih berdiri

Nommensen wafat pada 23 Mei 1918 dan dimakamkan di sisi makam istrinya yang kedua Christine Hander dan putrinya serta missionaris lainnya di Desa Sigumpar, Kecamatan Silaen Kabupaten Toba Samosir. Sejak 1891 ia telah tinggal di sana hingga akhir hidupnya. Kemudian pada 29 Juni 1996 Yayasan Pasopar, lembaga yang peduli dengan kelestarian sejarah kekristenan di Tanah Batak, memugar makamnya dan mengabadikannya menjadi “Nommensen Memorial”.
Kini, Nommensen telah tiada tapi karyanya tetap hidup. Ia telah menabur benih-benih cinta kasih sepanjang misinya

Rabu, 23 Januari 2013

Istilah komputer

Tu akka dongan na marsiajar istilah ni komputer, dison hu urupi hami hamuna saluhutna, ala kaluar nama Microsoft Win 2008 Versi Pakkat_sigeok-geok. Jala ala gok dope akka ‘parbinotoan’ ni dongan, porlu do tinambaan jala pinadenggan daat-data on
Na umum di pakke
Start : Mula-mula
Log Off : haruar
Run : Marlojong/Marikkati
Help : Pagurupion
Find : Lului, jalahi
Setting : Pareso / Pature
Document : Pustaha

Favorite : Hasoloman
Program : Siulaon
Mouse : bagudung saba ma.
Keyboard : papan silotak-lotakon
Server : parhobas
Windows : Jaddela
Plug and Play : pamasuk dungi pangolu
Monitor : si bereng-berengon/ sipanotnotan
Chatting : marnonang/marbalongkang
Hang : ngongong, maoto
Power: gogo
Welcome to Win2006: Horas tondi madingin, pir tondi matogu tu Win2006
Software : manang ahape halus baen….
Delete : sosa
Winzip : pametmethon
Extract : diharhari
Enter : Pamasuk nanget
Media player : Uning-uningan
Anti virus : Putas
Virus : Gilok
Recycle bin : Partangkalan
Remote PC : Dampol tongosan
Backup: Sitabunian
ShutDown: Pamate/Paittop
WinAmp: Partaganing
udut na…
Tambana museng kale-kale.
CD (baca : SIDI) = MALUA SIAN PAKKAKKUNGI.
Copy = Ndang pola sibahenon gula dohot aek las, alana ndang siiumon i on.
Undo = Ondo sinakkingan.
More = Partambuan.
Anda pengunjung ke = Nomor Pangintipan.
Said = Sude do hape namananda si Said Simamora anak ni sittua Kores na di Sitahuis (Pakkat) najolo akke ?
Pakkatnews = Akka parPakkat do on, neah,…
Stop = Hoooooppppp…….
Install : mambahen ramuan
hardisk : lamari
Search engine : br Sarumpaet
Hack : Mangaruttas, mangarabbit
Hacker : Pangaruttas, Pangarabbit
Hacker black hat : Par ilmu hitam
Hacker white hat : Pangubati
Carder : Panakko
Crack : Pamonggol
Browsing : Makkail
Dunia maya : Pakkailan
Udutna museng,
LINK = LINgKagom –> manang tudia pe (tu ginjang, dohot tu toru) tong hona occop.
INTERNET = INToR sarNET, molo so dibatasi, olo bage lola karejo.
U.S.B = Undenggan Sian Buku, boi gok isina.
COMPAQ = Ndang mar-kammel.
PENTIUM = PENTIlna UMbolon.
Bahasa Komputer untuk BLOG
Posting teratas = NA UNGGITTAL (sigodang partandang).
Pakkat online dot com = BAGAS PARTUKKOAN (Bona ni pinasatta, asa ditikkir be)
COPY DARAT=.Lapo ONDIHON (molo adong disurat)–> =
View = TAILIHON / INTIP/PANOTNOTI/ BOLLANG/ BODDILI jo museng.
COMMENT = NA JABIR /siganjang mussung
Submit Comment = ikkon hudok, asa diboto ho neah !,
Komentar terbaru =Hata PANGAMPUAN.
Visitor location = ASAR NA. (emangnya dorbia ? hehehe..)
Clustr Maps = HOMBAR BALOK / luat nasida.
BLOG ROLL = HASUHUTAN BOLON.
kalender = ( takkas do taboto be = MANITI ARI )
http : = DISON “MARINGANAN” / Partandangan.
Clic to see = Intip jo, didia do nasida.
Tambana museng kale-kale.
CD (baca : SIDI) = MALUA SIAN PAKKAKKUNGI.
Copy = Ndang pola sibahenon gula dohot aek las, alana ndang siiumon i on.
Undo = Ondo sinakkingan.
More = Partambuan.
Anda pengunjung ke = Nomor Pangintipan.
Said = Sude do hape namananda si Said Simamora anak ni sittua Kores na di Sitahuis (Pakkat) najolo akke ?
Pakkatnews = Akka parPakkat do on, neah,…
Stop = Hoooooppppp
Molo Istilah di Hempon,
hira-hira songon ma..
Menu : Kue panukkup
Message : Tona sian na dao
Inbox : dibagas hajut i
Misscall : Di urbit
Mailbox : ndang diengkos
Reply : Hualusi hata mi
Signal : pardonganon

Gelisah

Siang yang cerah..
Kurebahkan kepalaku diatas tangan
menatap langit ditengarai sang awan
Gemercik air memainkan nada
Dan desahan angin bak sebuah biola
 

oh indahnya…
ketika hari beranjak senja
matahari pulang dari perjalanan
menuju malam sang peraduan
lenyap sudah semua yang indah.


aku pulang mengayunkan langkah
dengan sebatang alang-alang
menemani hati yang sedang gelisah
menanti malam yang sebentar lagi datang


hatiku bertanya adakah bintang temani sang malam?
dan adakah rembulan akan menyinari sang malam?
menemani malamku yang kelam
menyinari malamku yang temaram


Disisa usiaku yang semakin senja
mata mencari jiwa mulai gelisah
mencari sang belahan jiwa
menjadi teman untuk hidup bersama..